Index Berita

2010-02-10 16:33:30
Istana Baru Dengar Noordin M Top Keliling Cikeas
2010-02-10 16:36:07
Pansus Century Diminta Tunda Temui Amiruddin
2010-02-10 16:36:13
Senasib dengan Bilqis, Perut Ismail Terus Membengkak
2010-02-10 16:37:12
Rapat Pansus Century Dibuka, Dirut PLN Pamit Pulang
2010-02-10 16:19:07
Menhub Jamin Tak ada Kekerasan Lagi Bagi Mahasiswa Baru STIP
2010-02-10 16:27:05
Priyo: Menteri Golkar Harus Siap Hadapi Kemungkinan Terburuk
2010-02-10 16:28:20
Sistem Satu Arah Akan Diberlakukan Selain di Jatibaru - Tn Abang
2010-02-10 16:29:12
Ical Minta Anggota Pansus Tak Ubah Sikap Kritisnya
2010-02-10 16:35:55
Palin Ejek Obama, Gibbs Sindir Palin
2010-02-10 16:11:33
Aris Susanto Anggota JAT Pimpinan Abu Bakar Ba'asyir
2010-02-10 16:16:00
PD Mengaku Sejajar dengan Partai Koalisi
2010-02-10 16:16:04
Pengacara Muchdi: Majelis Eksaminasi Ilegal
2010-02-10 16:06:00
Polresta Cirebon Umumkan Mayat Balita Korban Sodomi
2010-02-10 16:13:44
Bali Bakal Dijadikan Ikon Bebas Korupsi
2010-02-10 16:00:33
KPK Tak Geledah LSPK Bila Myra Kooperatif
Lihat Index Berita Sebelumnya
DetikNews ala Dicky
RSS available

Bantu UPGRADE servernya yuk ... (Total USD 50 USD - Thx to Sigit Watiman, anonym #1.)
atau ke BCA No rek: 524.0125.813 (Dicky Wahyu Purnomo)

Mau dikirim ke email saat berita baru?
Subscribe ke: detiknews-subscribe@jugamanusia.com


2010-02-09 12:09:04
Isu Plagiat Menyeruak, The Jakarta Post Tarik Artikel Profesor dari Unpar

Jakarta -
Harian The Jakarta Pos memasang pengumuman yang tak biasa pada Kamis 4 Februari 2010. Pengumuman bertajuk 'Plagiarism' itu berisi penarikan sebuah artikel yang ditulis seorang profesor dari Universitas Parahyangan, Bandung. Artikel itu dinilai menjiplak tulisan dari sebuah jurnal ilmiah Australia.

Artikel yang ditarik itu berjudul 'RI as a new middle power?' yang ditulis Prof Anak Agung Banyu Perwita dan telah dimuat pada 12 November 2009. Redaktur The Jakarta Post kemudian menemukan artikel tersebut mirip dengan tulisan Carl Ungerer.

Carl menulis artikel ilmiah berjudul 'The Middle Power Concept in Australian Foreign Policy'. Artikel ini diterbitkan dalam Australian Journal of Politics and History: Volume 53, Number 4, pada tahun 2007. Itu artinya dua tahun sebelum tulisan Banyu Perwita.

"Baik dalam konsep pemikiran dan frase yang digunakan, sudah jelas bukan karya orisinil dari sang penulis (Banyu Perwita-red)," demikian pernyataan The Jakarta Post, Kamis (4/2/2010).

Tha Jakarta Post menegaskan telah terjadi plagiarisme dan penjiplakan terhadap pemikiran orang lain secara serius. "Kami dengan ini menarik artikel Anak Agung Banyu Perwita dan meminta maaf kepada pembaca khususnya kepada Carl Ungerer," demikian The Jakarta Post.

Artikel Banyu Perwita ini menyulut kontroversi di dunia maya. Berbagai forum sudah mempermasalahkan tulisan ini bahkan mereka menampilkan artikel asli sebagai pembanding untuk membuktikan plagiarisme itu. Bagi kalangan akademisi, plagiarisme adalah sebuah tindakan yang paling buruk dan tercela.
(fay/nrl)



Lihat Langsung dari Detik.com