<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="wordpress/2.0.5" -->
<rss version="2.0" 
        xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
        xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
        xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
        >

<channel>
        <title>DetikNews RSS by Dicky</title>
        <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/</link>
        <description>DetikNews RSS by Dicky</description>
        <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:00 +0700</pubDate>
        <generator>http://wordpress.org/?v=2.0.5</generator>
        <language>en</language>
	<item>
                <title>Dirut Artha Graha Diperiksa KPK</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132547.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132547.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:20 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132547.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 10:39 WIB - 	Jakarta -
	Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Direktur Utama Bank Artha Graha Internasional Tbk, Andi Kasih. Ia akan diperiksa sebagai saksi bagi Udju Djuhaeri Cs.  "Beliau kita periksa sebagai saksi," kata Kabiro Humas KPK, Johan Budi saat  dihubungi detikcom, Jumat (3/7/2009).  Andi diperiksa terkait pengakuan mantan anggota DPR Agus Condro yang menerima sejumlah cek usai pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Goeltom, pada 2004. Agus mengaku beberapa anggota lain ikut menikmati kucuran dana tersebut.  KPK sendiri telah menetapkan 4 orang tersangka dari DPR. Mereka adalah Udju  Djuhaeri, Dudhie Makmun Murod, Hamka Yandhu dan Endin Soefihara.  Selain Andi, Direktur PLN Luar Jawa Bali nonaktif Hariadi Sadono juga  kembali diperiksa KPK.		 (mok/lrn)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 10:39 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan memeriksa Direktur Utama Bank Artha Graha Internasional Tbk, Andi Kasih. Ia akan diperiksa sebagai saksi bagi Udju Djuhaeri Cs.<br /> <br /> "Beliau kita periksa sebagai saksi," kata Kabiro Humas KPK, Johan Budi saat <br /> dihubungi detikcom, Jumat (3/7/2009).<br /> <br /> Andi diperiksa terkait pengakuan mantan anggota DPR Agus Condro yang menerima sejumlah cek usai pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Miranda Goeltom, pada 2004. Agus mengaku beberapa anggota lain ikut menikmati kucuran dana tersebut.<br /> <br /> KPK sendiri telah menetapkan 4 orang tersangka dari DPR. Mereka adalah Udju <br /> Djuhaeri, Dudhie Makmun Murod, Hamka Yandhu dan Endin Soefihara.<br /> <br /> Selain Andi, Direktur PLN Luar Jawa Bali nonaktif Hariadi Sadono juga <br /> kembali diperiksa KPK.<br /><br />		<b> (mok/lrn)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Warga Pondok Indah Suspect Flu Babi Sudah Dipulangkan</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132546.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132546.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:19 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132546.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 10:30 WIB - 	Jakarta -
	Warga Pondok Indah berinisial AM yang sebelumnya dinyatakan terjangkit flu babi, telah kembali ke rumahnya setelah dirawat di RSPI Sulianti Suroso.   "Kita periksa ulang hasilnya negatif dan sudah dipulangkan kemarin malam," ujar Dirut RSPI Sulianti Suroso, Sardikin Giriputro, saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (3/7/2009).  Sardikin menjelaskan, saat dipulangkan ke rumah, AM sudah sehat seperti semula dan tidak ada tanda-tanda dan gangguan terinfeksi flu babi.  AM (22), warga Jalan Alam Asri IV Perumahan Pondok Indah, Jakarta Selatan yang baru pulang dari Australia dilarikan ke RSPI Sulianti Suroso pada 26 Juni lalu karena diduga terkena virus flu babi.   RSPI Sulianti Saroso hingga kini merawat 10 pasien suspect flu babi yang terdiri dari anak-anak 3 orang, orang dewasa dan 2 warga Malaysia dan Australia.		 (Rez/nrl)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 10:30 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Warga Pondok Indah berinisial AM yang sebelumnya dinyatakan terjangkit flu babi, telah kembali ke rumahnya setelah dirawat di RSPI Sulianti Suroso. <br /> <br /> "Kita periksa ulang hasilnya negatif dan sudah dipulangkan kemarin malam," ujar Dirut RSPI Sulianti Suroso, Sardikin Giriputro, saat dihubungi detikcom lewat telepon, Jumat (3/7/2009).<br /> <br /> Sardikin menjelaskan, saat dipulangkan ke rumah, AM sudah sehat seperti semula dan tidak ada tanda-tanda dan gangguan terinfeksi flu babi.<br /> <br /> AM (22), warga Jalan Alam Asri IV Perumahan Pondok Indah, Jakarta Selatan yang baru pulang dari Australia dilarikan ke RSPI Sulianti Suroso pada 26 Juni lalu karena diduga terkena virus flu babi. <br /> <br /> RSPI Sulianti Saroso hingga kini merawat 10 pasien suspect flu babi yang terdiri dari anak-anak 3 orang, orang dewasa dan 2 warga Malaysia dan Australia.<br /><br />		<b> (Rez/nrl)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Give Thanks to Allah Bukan Milik Michael Jackson, Tapi Zain Bhikha</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132545.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132545.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:18 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132545.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 08:40 WIB - 	Jakarta -
	Kabar Michael Jackson (MJ) masuk Islam telah santer terdengar sejak akhir 2008 lalu. Ketika dia meninggal dunia, banyak orang yang mencari jejak keislamannya. Termasuk dengan menyebut bahwa lagu Give Thanks to Allah merupakan lagu Islaminya.Di Youtube, lagu nasyid itu dengan mudah bisa ditemukan. Cukup ketik kata kunci Michael Jackson Give Thanks to Allah, keluarlah lagu itu disertai lirik. Di atas layar antara tulisan "Michael Jackson song islam DOWNLOAD" atau  Michael Jackson - Give Thanks To Allah. Website penyedia lirik juga banyak yang menyebutnya sebagai lagu MJ. Suaranya yang bening sungguh meyakinkan bahwa lagu itu memang dinyanyikan King of Pop itu. Banyak kaum Muslim yang terharu mendengarkan lagu nasyid itu di tengah kabar duka kepergian pria 50 tahun itu. Di Indonesia, lagu ini juga cukup populer, utamanya di kalangan kaum Muslimin. Bahkan ada juga televisi dan radio yang memutarnya dengan menyebutnya sebagai lagu nasyid MJ.Potongan syair lagu ini adalah:Give thanks to Allah,for the moon and the starsprays in all day full,what is and what wastake hold of your imandont givin to shaitanoh you who believe please give thanks to Allah.Namun usut demi usut, lagu itu bukan milik MJ. Penulis dan penyanyi lagu sederhana itu adalah Zain Bhikha yang menetap di Johannesburg, Afrika Selatan. Pria kelahiran 1974 ini sering bekerjasama dengan Yusuf Islam (nama Islam dari penyanyi Cat Stevens) dalam menelorkan album.Zain bukannya tidak tahu lagu Give Thanks To Allah banyak disebut lagu milik MJ. Lewat blognya, Zain menyebutkan bahwa dia banyak menerima telepon dan email yang bertanya apakah benar Give Thanks to Allah dinyanyikan oleh MJ."Jadi untuk mengklarifikasi, Michael Jackson tidak pernah menyanyikan lagu ini. Saya menulis dan merekam Give Thanks to Allah sebagai lagu anak-anak yang sederhana beberapa tahun lalu," tulisnya.		 (nrl/rdf)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 08:40 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Kabar Michael Jackson (MJ) masuk Islam telah santer terdengar sejak akhir 2008 lalu. Ketika dia meninggal dunia, banyak orang yang mencari jejak keislamannya. Termasuk dengan menyebut bahwa lagu Give Thanks to Allah merupakan lagu Islaminya.<br /><br />Di Youtube, lagu nasyid itu dengan mudah bisa ditemukan. Cukup ketik kata kunci Michael Jackson Give Thanks to Allah, keluarlah lagu itu disertai lirik. Di atas layar antara tulisan "Michael Jackson song islam DOWNLOAD" atau  Michael Jackson - Give Thanks To Allah. Website penyedia lirik juga banyak yang menyebutnya sebagai lagu MJ. <br /><br />Suaranya yang bening sungguh meyakinkan bahwa lagu itu memang dinyanyikan King of Pop itu. Banyak kaum Muslim yang terharu mendengarkan lagu nasyid itu di tengah kabar duka kepergian pria 50 tahun itu. <br /><br />Di Indonesia, lagu ini juga cukup populer, utamanya di kalangan kaum Muslimin. Bahkan ada juga televisi dan radio yang memutarnya dengan menyebutnya sebagai lagu nasyid MJ.<br /><br />Potongan syair lagu ini adalah:<br /><br /><em>Give thanks to Allah,<br />for the moon and the stars<br />prays in all day full,<br />what is and what was<br />take hold of your iman<br />dont givin to shaitan<br />oh you who believe please give thanks to Allah.<br /></em><br />Namun usut demi usut, lagu itu bukan milik MJ. Penulis dan penyanyi lagu sederhana itu adalah Zain Bhikha yang menetap di Johannesburg, Afrika Selatan. Pria kelahiran 1974 ini sering bekerjasama dengan Yusuf Islam (nama Islam dari penyanyi Cat Stevens) dalam menelorkan album.<br /><br />Zain bukannya tidak tahu lagu Give Thanks To Allah banyak disebut lagu milik MJ. Lewat blognya, Zain menyebutkan bahwa dia banyak menerima telepon dan email yang bertanya apakah benar Give Thanks to Allah dinyanyikan oleh MJ.<br /><br />"Jadi untuk mengklarifikasi, Michael Jackson tidak pernah menyanyikan lagu ini. Saya menulis dan merekam Give Thanks to Allah sebagai lagu anak-anak yang sederhana beberapa tahun lalu," tulisnya.<br />		<b> (nrl/rdf)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Truk Mogok, Joglo Macet Total</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132544.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132544.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:17 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132544.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 08:00 WIB - 	Jakarta -
	Satu truk kontainer mengalami gangguan mesin ketika berada di Jl Raya Joglo menuju Perumahan Mega Kebon Jeruk, Jakbar, Jumat (3/7/2009). Akibatnya lalu lintas macet total.Posisi truk yang berada di tengah jalan mengakibatkan arus lalu lintas dari Joglo I ke arah Kebon Jeruk maupun ke Pos Pengumben tersendat. Demikian dilansir TMC Ditlantas Polda Metro Jaya.Hingga kini truk ini masih berada di lokasi kejadian. Petugas Pos Pol Taman Alfa berupaya memindahkan truk itu.		 (nrl/rdf)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 08:00 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Satu truk kontainer mengalami gangguan mesin ketika berada di Jl Raya Joglo menuju Perumahan Mega Kebon Jeruk, Jakbar, Jumat (3/7/2009). Akibatnya lalu lintas macet total.<br /><br />Posisi truk yang berada di tengah jalan mengakibatkan arus lalu lintas dari Joglo I ke arah Kebon Jeruk maupun ke Pos Pengumben tersendat. Demikian dilansir TMC Ditlantas Polda Metro Jaya.<br /><br />Hingga kini truk ini masih berada di lokasi kejadian. Petugas Pos Pol Taman Alfa berupaya memindahkan truk itu.<br /><br />		<b> (nrl/rdf)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Invisible Hand Kembali Cekal Iklan Mega-Prabowo</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132543.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132543.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132543.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 07:51 WIB - 	Jakarta -
	Iklan Mega-Prabowo kembali tak bisa tayang di sejumlah stasiun tv. Kali ini, iklan yang dicekal nongol di layar kaca tersebut terdiri dari tiga versi, masing-masing berdurasi 60 detik.Versi pertama menyoal masalah pendidikan gratis - yang belakangan gencar dipromosikan pemerintah lewat aneka rupa media. Versi kedua terkait utang luar negeri yang sontak melonjak. Sementara versi ketiga memotret buramnya perekonomian Indonesia.Sebagaimana iklan-iklan terdahulu - yang juga sempat dicekal penayangannya oleh Trans TV, Trans 7, Tv One, dan RCTI - ketiga versi iklan itu juga memotret fakta, disertai dengan data. "Apa yang kami tayangkan berdasarkan fakta, bukan rekayasa," tandas Fadli Zon, Sekjen Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo.Tentang pendidikan gratis misalnya, dalam iklan tersebut merekam sebuah fakta paradoks antara apa yang dipromosikan pemerintah - yakni pendidikan gratis - dengan kenyataan di lapangan: para orang tua murid mengeluh karena ternyata masih harus mengeluarkan uang untuk membeli buku.Cuplikan visual dan narasi dalam iklan tersebut, antara lain, sebagai berikut: "Saudara-saudara, Merdeka! Mulai tahun 2009 sekolah gratis." Narasi ini menggambarkan promosi pemerintah tentang sekolah gratis - yang belakangan ini getol dilakukan.Si anak, yang kebetulan mendengarkan pemberitahuan - yang disiarkan lewat radio - tersebut langsung bersorak gembira. Namun, tiba-tiba radio diambil orang tuanya sembari berucap " Maaf ya nak, radio ini harus dijual. Ini semua untuk membeli buku sekolahmu," kata ibunya. Si anak pun kemudian menyahut, "Lho, tapi berita di radio katanya..." Sulit dimungkiri, iklan Mega-Prabowo yang menyoal pendidikan gratis itu sebintang dengan kenyataan yang ada di lapangan. Hingga kini, faktanya para orang tua murid di berbagai daerah terus saja mengeluh, lantaran masih dipungut rupa-rupa biaya sekolah: mulai dari uang gedung, buku paket, hingga seragam. Belum lagi biaya untuk kegiatan ekstra kurikuler.  Bahkan, belum lama ini di Mungkid Magelang, ratusan orang tua murid menggelar aksi demo di depan Kantor Pemkab menyoal iklan pendidikan gratis karena mereka nilai bohong. "Program pendidikan gratis itu bohong. Tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya," tandas Wahyu Sukmo Hadi, koordinator aksi. Karena itulah, Fadli mengaku heran dengan ditolaknya penayangan ketiga versi iklan Mega-Prabowo tersebut oleh sejumlah stasiun tv. Pasalnya, yang diungkap dalam iklan itu adalah fakta. Padahal, iklan pendidikan gratis dari pemerintah yang tidak sesuai dengan kenyataan justru gencar ditayangkan. Fadli menengarai ada pihak tertentu di luar stasiun tv yang berada di balik pelarangan iklan kampanye Mega-Prabowo tersebut. "Apalagi, sesuai aturan main, iklan-iklan kami sudah lolos Lembaga Sensor Film," katanya.		 (adv/adv)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 07:51 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Iklan Mega-Prabowo kembali tak bisa tayang di sejumlah stasiun tv. Kali ini, iklan yang dicekal nongol di layar kaca tersebut terdiri dari tiga versi, masing-masing berdurasi 60 detik.<br /><br />Versi pertama menyoal masalah pendidikan gratis - yang belakangan gencar dipromosikan pemerintah lewat aneka rupa media. Versi kedua terkait utang luar negeri yang sontak melonjak. Sementara versi ketiga memotret buramnya perekonomian Indonesia.<br /><br />Sebagaimana iklan-iklan terdahulu - yang juga sempat dicekal penayangannya oleh Trans TV, Trans 7, Tv One, dan RCTI - ketiga versi iklan itu juga memotret fakta, disertai dengan data. "Apa yang kami tayangkan berdasarkan fakta, bukan rekayasa," tandas Fadli Zon, Sekjen Tim Kampanye Nasional Mega-Prabowo.<br /><br />Tentang pendidikan gratis misalnya, dalam iklan tersebut merekam sebuah fakta paradoks antara apa yang dipromosikan pemerintah - yakni pendidikan gratis - dengan kenyataan di lapangan: para orang tua murid mengeluh karena ternyata masih harus mengeluarkan uang untuk membeli buku.<br /><br />Cuplikan visual dan narasi dalam iklan tersebut, antara lain, sebagai berikut: "Saudara-saudara, Merdeka! Mulai tahun 2009 sekolah gratis." Narasi ini menggambarkan promosi pemerintah tentang sekolah gratis - yang belakangan ini getol dilakukan.<br /><br />Si anak, yang kebetulan mendengarkan pemberitahuan - yang disiarkan lewat radio - tersebut langsung bersorak gembira. Namun, tiba-tiba radio diambil orang tuanya sembari berucap " Maaf ya nak, radio ini harus dijual. Ini semua untuk membeli buku sekolahmu," kata ibunya. Si anak pun kemudian menyahut, "Lho, tapi berita di radio katanya..." <br /><br />Sulit dimungkiri, iklan Mega-Prabowo yang menyoal pendidikan gratis itu sebintang dengan kenyataan yang ada di lapangan. Hingga kini, faktanya para orang tua murid di berbagai daerah terus saja mengeluh, lantaran masih dipungut rupa-rupa biaya sekolah: mulai dari uang gedung, buku paket, hingga seragam. Belum lagi biaya untuk kegiatan ekstra kurikuler.  <br /><br />Bahkan, belum lama ini di Mungkid Magelang, ratusan orang tua murid menggelar aksi demo di depan Kantor Pemkab menyoal iklan pendidikan gratis karena mereka nilai bohong. "Program pendidikan gratis itu bohong. Tidak sesuai dengan kenyataan sebenarnya," tandas Wahyu Sukmo Hadi, koordinator aksi. <br /><br />Karena itulah, Fadli mengaku heran dengan ditolaknya penayangan ketiga versi iklan Mega-Prabowo tersebut oleh sejumlah stasiun tv. Pasalnya, yang diungkap dalam iklan itu adalah fakta. Padahal, iklan pendidikan gratis dari pemerintah yang tidak sesuai dengan kenyataan justru gencar ditayangkan. <br /><br />Fadli menengarai ada pihak tertentu di luar stasiun tv yang berada di balik pelarangan iklan kampanye Mega-Prabowo tersebut. "Apalagi, sesuai aturan main, iklan-iklan kami sudah lolos Lembaga Sensor Film," katanya.<br />		<b> (adv/adv)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Orang Tua Rafa-Rafi Tak Sanggup Biayai Operasi Anaknya</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132542.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132542.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:15 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132542.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 04:05 WIB - 	Palembang -
	Bayi kembar siam putra pasangan Edi Irawan dan Apriyanti, Rafa-Rafi akan menjalankan operasi pemisahan tubuh setelah usia sembilan bulan. Pihak keluarga mengaku memiliki kendala pembiayaan dan membutuhkan bantuan dana.   &ldquo;Saya pasrah, yang penting terus berusaha. Terus terang berat menunggu sembilan bulan itu, terutama masalah biaya ini,&rdquo; kata Ayah Rafa-Rafi Edi Irawan kepada wartawan, Kamis (2/7/2009).  Edi termasuk keluarga tidak mampu karena bekerja sebagai pengojek motor di Muarenim. Perawatan bayi kembarnya ditanggung asuransi Jamkesmas, tetapi tidak seluruh biaya gratis. Seperti membeli pempers sehari dua pak Rp 20 ribu.  "Kebutuhan lainnya belum tahu. Tadi saya beli obat yang tida ada di apotik jamkesmas, harus beli di apotik luar Rp 90 ribu," kata Edi.  Biaya ini belum termasuk ongkos hidup selama menunggu bayinya di rumah sakit. Edi menggunakan uang simpanan hasil mengojek dan terpaksa menggunakan uang cicilan kredit motor bulan ini Rp 502.000. Sementara istrinya, Aprianti (30),masih dirawat di RSUD Arbain Muaraenim pascamelahirkan.  Edi juga menjelaskan nama anaknya itu hasil pemberian ibunya, Mistun (45), yakni Rafa Alganiyyu dan Rafi Alganiyyu (Rafa-Rafi).  Edi mengaku suka nama itu dan berharap anaknya dapat selamat dan hidup normal selayaknya bayi kebanyakan. "Nama itu diambil ibu dari Surat Yasin. Saya tidak tahu secara pasti apa artinya, tapi saya suka. Semoga keduanya sehat," ujar Edi.		 (tw/mpr)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 04:05 WIB - 	<strong>Palembang</strong> -<br />
	Bayi kembar siam putra pasangan Edi Irawan dan Apriyanti, Rafa-Rafi akan menjalankan operasi pemisahan tubuh setelah usia sembilan bulan. Pihak keluarga mengaku memiliki kendala pembiayaan dan membutuhkan bantuan dana. <br /> <br /> &ldquo;Saya pasrah, yang penting terus berusaha. Terus terang berat menunggu<br /> sembilan bulan itu, terutama masalah biaya ini,&rdquo; kata Ayah Rafa-Rafi Edi Irawan kepada wartawan, Kamis (2/7/2009).<br /> <br /> Edi termasuk keluarga tidak mampu karena bekerja sebagai pengojek motor di<br /> Muarenim. Perawatan bayi kembarnya ditanggung asuransi Jamkesmas, tetapi<br /> tidak seluruh biaya gratis. Seperti membeli pempers sehari dua pak Rp 20<br /> ribu.<br /> <br /> "Kebutuhan lainnya belum tahu. Tadi saya beli obat yang tida ada di apotik<br /> jamkesmas, harus beli di apotik luar Rp 90 ribu," kata Edi.<br /> <br /> Biaya ini belum termasuk ongkos hidup selama menunggu bayinya di rumah<br /> sakit. Edi menggunakan uang simpanan hasil mengojek dan terpaksa menggunakan uang cicilan kredit motor bulan ini Rp 502.000. Sementara istrinya, Aprianti (30),masih dirawat di RSUD Arbain Muaraenim pascamelahirkan.<br /> <br /> Edi juga menjelaskan nama anaknya itu hasil pemberian ibunya, Mistun (45),<br /> yakni Rafa Alganiyyu dan Rafi Alganiyyu (Rafa-Rafi).<br /> <br /> Edi mengaku suka nama itu dan berharap anaknya dapat selamat dan hidup<br /> normal selayaknya bayi kebanyakan. "Nama itu diambil ibu dari Surat Yasin.<br /> Saya tidak tahu secara pasti apa artinya, tapi saya suka. Semoga keduanya<br /> sehat," ujar Edi.<br /><br />		<b> (tw/mpr)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Gubernur Sumsel Berharap Rafa-Rafi Dapat Diselamatkan</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132541.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132541.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:14 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132541.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 03:20 WIB - 	Palembang -
	Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta tim dokter yang menangani bayi kembar siam untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan bayi Apriyanti yang bernama Rafa dan Rafi.  Alex berjanji akan membantu kelancaran proses pemisahan yang akan dilakukan dokter ahli Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan RSUP Dr Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.  "Saya sudah dapat informasi mengenai kondisi bayi kembar siam, tapi belum sempat membesuk mereka," kata Alex Noerdin kepada pers, di rumah pribadinya, Jalan Merdeka, Palembang, Kamis (02/07/2009).  Dia mengingatkan kasus bayi kembar siam Yesa-Yesi asal Palembang, yang mengalami dempet dada dan perut yang penanangannya sampai ke RS Cipto Mangukusumo (RSCM) di Jakarta dan berhasil dilakukan operasi pemisahan. Namun sayangnya, pasca operasi jiwa kedua bayi tidak dapat diselamatkan dan akhirnya meningga dunia.  Mendengar keyakinan tim dokter Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) bisa melakukan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam, Alex sangat memberikan apresiasi dan pemerintah provinsi Sumsel akan membackup kebutuhan dan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan operasi. "Pemprov Sumsel sudah pasti akan memberikan dukungan," katanya.  Saat ditanya apakah secara pribadi keluarga besar Alex Noerdin akan membantu kembar siam asal Muaraenim, seperti yang dilakukan terhadap bayi kembar siam asal Palembang beberapa tahun lalu, Alex Noerdin mengatakan,  "Bantuan dari keluarga dan pribadi jelas ada. Namun tidak perlu disebutkan. Terpenting kita siap membantu dan bayi bisa diselamatkan."  Tunggu Sembilan Bulan  Untuk penanganan bayi kembar siam, RSMH Palembang membentuk tim dokter yang terdiri dari berbagai dokter spesialis yang dipimpin dr HM Nazir Hz SpA-Gizi yang kesehariannya sebagai Kepala Instalasi dan Departemen Rawat Anak RSMH Palembang.  Kepada wartawan, Nazir mengatakan, saat ini tindakan pemisahan terhadap bayi kembar siam belum dapat dilakukan karena mengingat kondisi bayi yang masih lemah. Selain itu, dokter masih melakukan penelitian dan pemeriksaan kemungkinan adanya kelainan bawaan. Namun untuk dugaan awalnya, kemungkinan saluran pencernaan (usus) kedua bayi menyatu, begitu pun dengan paru-paru dan hati(liver). "Operasi bisa dilakukan jika bayi sudah kuat. Dan itu diperkirakan saat bayi berusia sembilan bulan," kata Nazir.		 (tw/mpr)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 03:20 WIB - 	<strong>Palembang</strong> -<br />
	Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta tim dokter yang menangani bayi kembar siam untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan bayi Apriyanti yang bernama Rafa dan Rafi.  Alex berjanji akan<br /> membantu kelancaran proses pemisahan yang akan dilakukan dokter ahli Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan RSUP Dr Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.<br /> <br /> "Saya sudah dapat informasi mengenai kondisi bayi kembar siam, tapi belum<br /> sempat membesuk mereka," kata Alex Noerdin kepada pers, di rumah pribadinya, Jalan Merdeka, Palembang, Kamis (02/07/2009).<br /> <br /> Dia mengingatkan kasus bayi kembar siam Yesa-Yesi asal Palembang, yang<br /> mengalami dempet dada dan perut yang penanangannya sampai ke RS Cipto<br /> Mangukusumo (RSCM) di Jakarta dan berhasil dilakukan operasi pemisahan.<br /> Namun sayangnya, pasca operasi jiwa kedua bayi tidak dapat diselamatkan dan<br /> akhirnya meningga dunia.<br /> <br /> Mendengar keyakinan tim dokter Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) bisa<br /> melakukan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam, Alex sangat<br /> memberikan apresiasi dan pemerintah provinsi Sumsel akan membackup kebutuhan dan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan operasi. "Pemprov Sumsel sudah pasti akan memberikan dukungan," katanya.<br /> <br /> Saat ditanya apakah secara pribadi keluarga besar Alex Noerdin akan membantu kembar siam asal Muaraenim, seperti yang dilakukan terhadap bayi kembar siam asal Palembang beberapa tahun lalu, Alex Noerdin mengatakan,<br /> <br /> "Bantuan dari keluarga dan pribadi jelas ada. Namun tidak perlu disebutkan. Terpenting kita siap membantu dan bayi bisa diselamatkan."<br /> <br /> Tunggu Sembilan Bulan<br /> <br /> Untuk penanganan bayi kembar siam, RSMH Palembang membentuk tim dokter yang terdiri dari berbagai dokter spesialis yang dipimpin dr HM Nazir Hz SpA-Gizi<br /> yang kesehariannya sebagai Kepala Instalasi dan Departemen Rawat Anak RSMH Palembang.<br /> <br /> Kepada wartawan, Nazir mengatakan, saat ini tindakan pemisahan terhadap bayi kembar siam belum dapat dilakukan karena mengingat kondisi bayi yang masih lemah. Selain itu, dokter masih melakukan penelitian dan pemeriksaan kemungkinan adanya kelainan bawaan. Namun untuk dugaan awalnya, kemungkinan saluran pencernaan (usus) kedua bayi menyatu, begitu pun dengan paru-paru dan hati(liver). "Operasi bisa dilakukan jika bayi sudah kuat. Dan itu diperkirakan saat bayi berusia sembilan bulan," kata Nazir.		<b> (tw/mpr)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Gubernur Sumsel Berharap Bayi Kembar Siam Dapat Diselamatkan</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132540.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132540.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:13 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132540.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 03:20 WIB - 	Palembang -
	Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta tim dokter yang menangani bayi kembar siam untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan bayi Apriyanti yang bernama Rafa dan Rafi.  Alex berjanji akan membantu kelancaran proses pemisahan yang akan dilakukan dokter ahli Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan RSUP Dr Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.
 "Saya sudah dapat informasi mengenai kondisi bayi kembar siam, tapi belum sempat membesuk mereka," kata Alex Noerdin kepada pers, di rumah pribadinya, Jalan Merdeka, Palembang, Kamis (02/07/2009).  Dia mengingatkan kasus bayi kembar siam Yesa-Yesi asal Palembang, yang mengalami dempet dada dan perut yang penanangannya sampai ke RS Cipto Mangukusumo (RSCM) di Jakarta dan berhasil dilakukan operasi pemisahan. Namun sayangnya, pasca operasi jiwa kedua bayi tidak dapat diselamatkan dan akhirnya meningga dunia.  Mendengar keyakinan tim dokter Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) bisa melakukan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam, Alex sangat memberikan apresiasi dan pemerintah provinsi Sumsel akan membackup kebutuhan dan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan operasi. "Pemprov Sumsel sudah pasti akan memberikan dukungan," katanya.  Saat ditanya apakah secara pribadi keluarga besar Alex Noerdin akan membantu kembar siam asal Muaraenim, seperti yang dilakukan terhadap bayi kembar siam asal Palembang beberapa tahun lalu, Alex Noerdin mengatakan,
"Bantuan dari keluarga dan pribadi jelas ada. Namun tidak perlu disebutkan. Terpenting kita siap membantu dan bayi bisa diselamatkan."  Awal 2008, warga Palembang dihebohkan kelahiran bayi kembar siam yang kemudian bernama Yesa-Yesi anak dari pasangan Herdiana-Yunus yang tinggal di Kelurahan 26 Ilir, Palembang.
Dalam penanganannya, dokter ahli dari bedah dan anak RSCM Jakarta sengaja didatangkan untuk ikut mendiagnosa kondisi bayi kembar siam, yang kondisinya lebih rumit dibanding yang dialami kembar siam, anak Apriyanti saat ini. Operasi pun dilalukan di Jakarta. Namun ada masalah lain yang timbul, yakni soal pengakutan bayi yang terlalu berbahaya dan berisiko jika dibawa ke jakarta dengan pesawat komersil biasa, terlebih dengan kendaraan darat dan kapal laut.  Tunggu Sembilan Bulan  Untuk penanganan bayi kembar siam, RSMH Palembang membentuk tim dokter yang terdiri dari berbagai dokter spesialis yang dipimpin dr HM Nazir Hz SpA-Gizi yang kesehariannya sebagai Kepala Instalasi dan Departemen Rawat Anak RSMH Palembang.
Kepada wartawan, Nazir mengatakan, saat ini tindakan pemisahan terhadap bayi kembar siam belum dapat dilakukan karena mengingat kondisi bayi yang masih lemah. Selain itu, dokter masih melakukan penelitian dan pemeriksaan kemungkinan adanya kelainan bawaan. Namun untuk dugaan awalnya, kemungkinan saluran pencernaan (usus) kedua bayi menyatu, begitu pun dengan paru-paru dan hati(liver). "Operasi bisa dilakukan jika bayi sudah kuat. Dan itu diperkirakan saat bayi berusia sembilan bulan," kata Nazir.  Kendala Dana  Sementara Edi Irawan (30), orangtua Rafa-Rafi, sejak tiga hari lalu mulai terkendala dana perawatan dan ongkos hidup di Palembang.  Edi, mengatakan, keputusan tim dokter melakukan operasi pemisahan bayinya setelah berusia sembilan bulan dirasa memberatkan. Namun, ia tidak punya pilihan lain dan menyerahkan sepenuhnya prosedur dan mekanisme perawatan kepada RSMH Palembang.  &ldquo;Saya pasrah, yang penting terus berusaha. Terus terang berat menunggu sembilan bulan itu, terutama masalah biaya ini,&rdquo; katanya. Edi begitu berharap anaknya tumbuh dan sehat sebagaimana layaknya anak kecil.  Edi termasuk keluarga tidak mampu karena bekerja sebagai pengojek motor di Muarenim. Perawatan bayi kembarnya ditanggung asuransi Jamkesmas, tetapi tidak seluruh biaya gratis. Seperti membeli pempers sehari dua pak Rp 20 ribu.  "Kebutuhan lainnya belum tahu. Tadi saya beli obat yang tida ada di apotik jamkesmas, harus beli di apotik luar Rp 90 ribu," kata Edi.  Biaya ini belum termasuk ongkos hidup selama menunggu bayinya di rumah sakit. Edi menggunakan uang simpanan hasil mengojek dan terpaksa menggunakan uang cicilan kredit motor bulan ini Rp 502.000. Sementara istrinya, Aprianti (30),masih dirawat di RSUD Arbain Muaraenim pascamelahirkan.  Edi juga menjelaskan nama anaknya itu hasil pemberian ibunya, Mistun (45), yakni Rafa Alganiyyu dan Rafi Alganiyyu (Rafa-Rafi).  Edi mengaku suka nama itu dan berharap anaknya dapat selamat dan hidup normal selayaknya bayi kebanyakan. "Nama itu diambil ibu dari Surat Yasin. Saya tidak tahu secara pasti apa artinya, tapi saya suka. Semoga keduanya sehat," ujar Edi.		 (tw/mpr)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 03:20 WIB - 	<strong>Palembang</strong> -<br />
	Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin meminta tim dokter yang menangani bayi kembar siam untuk mengerahkan segala kemampuan yang dimiliki untuk menyelamatkan bayi Apriyanti yang bernama Rafa dan Rafi.  Alex berjanji akan<br /> membantu kelancaran proses pemisahan yang akan dilakukan dokter ahli Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya dan RSUP Dr Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang.<br /><br /><br />
<br /> "Saya sudah dapat informasi mengenai kondisi bayi kembar siam, tapi belum<br /> sempat membesuk mereka," kata Alex Noerdin kepada pers, di rumah pribadinya, Jalan Merdeka, Palembang, Kamis (02/07/2009).<br /> <br /> Dia mengingatkan kasus bayi kembar siam Yesa-Yesi asal Palembang, yang<br /> mengalami dempet dada dan perut yang penanangannya sampai ke RS Cipto<br /> Mangukusumo (RSCM) di Jakarta dan berhasil dilakukan operasi pemisahan.<br /> Namun sayangnya, pasca operasi jiwa kedua bayi tidak dapat diselamatkan dan<br /> akhirnya meningga dunia.<br /> <br /> Mendengar keyakinan tim dokter Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) bisa<br /> melakukan operasi pemisahan terhadap bayi kembar siam, Alex sangat<br /> memberikan apresiasi dan pemerintah provinsi Sumsel akan membackup kebutuhan dan fasilitas pendukung untuk pelaksanaan operasi. "Pemprov Sumsel sudah pasti akan memberikan dukungan," katanya.<br /> <br /> Saat ditanya apakah secara pribadi keluarga besar Alex Noerdin akan membantu kembar siam asal Muaraenim, seperti yang dilakukan terhadap bayi kembar siam asal Palembang beberapa tahun lalu, Alex Noerdin mengatakan,<br /><br /><br />
"Bantuan dari keluarga dan pribadi jelas ada. Namun tidak perlu disebutkan. Terpenting kita siap membantu dan bayi bisa diselamatkan."<br /> <br /> Awal 2008, warga Palembang dihebohkan kelahiran bayi kembar siam yang<br /> kemudian bernama Yesa-Yesi anak dari pasangan Herdiana-Yunus yang tinggal di Kelurahan 26 Ilir, Palembang.<br /><br /><br />
Dalam penanganannya, dokter ahli dari bedah dan anak RSCM Jakarta sengaja didatangkan untuk ikut mendiagnosa kondisi bayi kembar siam, yang kondisinya lebih rumit dibanding yang dialami kembar siam, anak Apriyanti saat ini. Operasi pun dilalukan di Jakarta. Namun ada masalah lain yang timbul, yakni soal pengakutan bayi yang terlalu berbahaya dan berisiko jika dibawa ke jakarta dengan pesawat komersil biasa, terlebih dengan kendaraan darat dan kapal laut.<br /> <br /> Tunggu Sembilan Bulan<br /> <br /> Untuk penanganan bayi kembar siam, RSMH Palembang membentuk tim dokter yang terdiri dari berbagai dokter spesialis yang dipimpin dr HM Nazir Hz SpA-Gizi<br /> yang kesehariannya sebagai Kepala Instalasi dan Departemen Rawat Anak RSMH Palembang.<br /><br /><br />
Kepada wartawan, Nazir mengatakan, saat ini tindakan pemisahan terhadap bayi kembar siam belum dapat dilakukan karena mengingat kondisi bayi yang masih lemah. Selain itu, dokter masih melakukan penelitian dan pemeriksaan kemungkinan adanya kelainan bawaan. Namun untuk dugaan awalnya, kemungkinan saluran pencernaan (usus) kedua bayi menyatu, begitu pun dengan paru-paru dan hati(liver). "Operasi bisa dilakukan jika bayi sudah kuat. Dan itu diperkirakan saat bayi berusia sembilan bulan," kata Nazir.<br /> <br /> Kendala Dana<br /> <br /> Sementara Edi Irawan (30), orangtua Rafa-Rafi, sejak tiga hari lalu mulai<br /> terkendala dana perawatan dan ongkos hidup di Palembang.<br /> <br /> Edi, mengatakan, keputusan tim dokter melakukan operasi pemisahan bayinya<br /> setelah berusia sembilan bulan dirasa memberatkan. Namun, ia tidak punya<br /> pilihan lain dan menyerahkan sepenuhnya prosedur dan mekanisme perawatan<br /> kepada RSMH Palembang.<br /> <br /> &ldquo;Saya pasrah, yang penting terus berusaha. Terus terang berat menunggu<br /> sembilan bulan itu, terutama masalah biaya ini,&rdquo; katanya. Edi begitu<br /> berharap anaknya tumbuh dan sehat sebagaimana layaknya anak kecil.<br /> <br /> Edi termasuk keluarga tidak mampu karena bekerja sebagai pengojek motor di<br /> Muarenim. Perawatan bayi kembarnya ditanggung asuransi Jamkesmas, tetapi<br /> tidak seluruh biaya gratis. Seperti membeli pempers sehari dua pak Rp 20<br /> ribu.<br /> <br /> "Kebutuhan lainnya belum tahu. Tadi saya beli obat yang tida ada di apotik<br /> jamkesmas, harus beli di apotik luar Rp 90 ribu," kata Edi.<br /> <br /> Biaya ini belum termasuk ongkos hidup selama menunggu bayinya di rumah<br /> sakit. Edi menggunakan uang simpanan hasil mengojek dan terpaksa menggunakan uang cicilan kredit motor bulan ini Rp 502.000. Sementara istrinya, Aprianti (30),masih dirawat di RSUD Arbain Muaraenim pascamelahirkan.<br /> <br /> Edi juga menjelaskan nama anaknya itu hasil pemberian ibunya, Mistun (45),<br /> yakni Rafa Alganiyyu dan Rafi Alganiyyu (Rafa-Rafi).<br /> <br /> Edi mengaku suka nama itu dan berharap anaknya dapat selamat dan hidup<br /> normal selayaknya bayi kebanyakan. "Nama itu diambil ibu dari Surat Yasin.<br /> Saya tidak tahu secara pasti apa artinya, tapi saya suka. Semoga keduanya<br /> sehat," ujar Edi.<br /><br />		<b> (tw/mpr)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Pemerintah Diminta Tidak Lemahkan KPK</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132539.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132539.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:12 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132539.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 02:46 WIB - 	Jakarta -
	Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai merupakan lembaga yang berjasa besar untuk memberantas praktek korupsi di Indonesia. Dewan Integritas Bangsa (DIB)  pun meminta pemerintah untuk mendukung KPK dalam melanjutkan tugasnya dan tidak melakukan upaya-upaya yang melemahkan wewenang serta tugas KPK.   "Dengan terjaganya KPK dalam menjalankan tugas memberantas korupsi, bangsa Indonesia masih memiliki harapan, bahwa suatu saat nanti, posisi jabatan publik adalah dalam rangka melayani rakyat, bukan untuk membodohi apalagi merampok hak-hak rakyat," ujar Ketua Tim 45 Dewan Integritas Bangsa Erry Riyana Hardjapamekas dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, Jumat (3/7/2009).  Menurut  mantan wakil ketua KPK ini, upaya untuk mengerdilkan, menggembosi apalagi membunuh lembaga penegak hukum yang berupaya mendorong tegaknya hukum di Indonesia, dan secara aktif memberantas korupsi, adalah sama dengan membunuh demokrasi konstitusional. Hal ini akan dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh bangsa Indonesia.   Erry juga meminta aparatur negara untuk mewaspadai serangan balik para koruptor. Mereka inilah yang dituding terus menerus ingin melemahkan KPK karena posisinya terancam.  "Kami meminta agar seluruh komponen bangsa mendukung KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi, dan tidak membiarkan proses pembubaran KPK terus berlangsung," ungkapnya.		 (rdf/mpr)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 02:46 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dinilai merupakan lembaga yang berjasa besar untuk memberantas praktek korupsi di Indonesia. Dewan Integritas Bangsa (DIB)  pun meminta pemerintah untuk mendukung KPK dalam melanjutkan tugasnya dan tidak melakukan upaya-upaya yang melemahkan wewenang serta tugas KPK. <br /> <br /> "Dengan terjaganya KPK dalam menjalankan tugas memberantas korupsi, bangsa Indonesia masih memiliki harapan, bahwa suatu saat nanti, posisi jabatan publik adalah dalam rangka melayani rakyat, bukan untuk membodohi apalagi merampok hak-hak rakyat," ujar Ketua Tim 45 Dewan Integritas Bangsa Erry Riyana Hardjapamekas dalam keterangan pers yang diterima redaksi detikcom, Jumat (3/7/2009).<br /> <br /> Menurut  mantan wakil ketua KPK ini, upaya untuk mengerdilkan, menggembosi apalagi membunuh lembaga penegak hukum yang berupaya mendorong tegaknya hukum di Indonesia, dan secara aktif memberantas korupsi, adalah sama dengan membunuh demokrasi konstitusional. Hal ini akan dibayar dengan harga yang sangat mahal oleh bangsa Indonesia. <br /> <br /> Erry juga meminta aparatur negara untuk mewaspadai serangan balik para koruptor. Mereka inilah yang dituding terus menerus ingin melemahkan KPK karena posisinya terancam.<br /> <br /> "Kami meminta agar seluruh komponen bangsa mendukung KPK dalam menjalankan tugas pemberantasan korupsi, dan tidak membiarkan proses pembubaran KPK terus berlangsung," ungkapnya.<br /><br />		<b> (rdf/mpr)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Kerugian Dan Penyebab Belum Diketahui</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132538.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132538.html</comments>
                <pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:48:11 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.132538.html</guid>
                <description><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 02:40 WIB - 	Surabaya -
	Polisi belum bisa memperkirakan berapa kerugian gudang elektronik yang terbakar di Kawasan Pergudangan Margomulyo Permai AG 1. Polisi menyerahkan ke tim labfor untuk melakukan penyelidikan.  "Kami belum tahu karena kami belum melakukan pemeriksaan," ujar Kanit Idik I Polres Surabaya Utara, Ipda Sugiarto, kepada detiksurabaya.com, di lokasi, Jl Margomulyo Permai, Surabaya, Jatim, Jumat (3/7/2009).  Sugiarto sendiri membenarkan bahwa gudang milik Effendi itu pernah terbakar sebelumnya. Namun dia tidak mengetahui berapa kerugian yang terjadi pada kebakaran yang pertama.  "Saya kurang tahu karena yang menangani waktu itu bukan unit saya," tambah Sugiarto.  Untuk mengetahui asal api dan penyebabnya Sugiarto juga mengaku belum tahu. "Nanti tim Labfor yang akan melakukan penyelidikan," tandasnya.		 (iwd/mpr)
		
		Sent from Indosat BlackBerry powered by 
	Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik REG POL kirim ke 3845
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)	
	Tetap update informasi di manapun dengan http://m.detik.com dari browser ponsel anda! 	
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Jumat, 03/07/2009 02:40 WIB - 	<strong>Surabaya</strong> -<br />
	Polisi belum bisa memperkirakan berapa kerugian gudang elektronik<br /> yang terbakar di Kawasan Pergudangan Margomulyo Permai AG 1. Polisi menyerahkan ke tim labfor untuk melakukan penyelidikan.<br /> <br /> "Kami belum tahu karena kami belum melakukan pemeriksaan," ujar Kanit Idik I<br /> Polres Surabaya Utara, Ipda Sugiarto, kepada detiksurabaya.com, di lokasi, Jl Margomulyo Permai, Surabaya, Jatim, Jumat (3/7/2009).<br /> <br /> Sugiarto sendiri membenarkan bahwa gudang milik Effendi itu pernah terbakar<br /> sebelumnya. Namun dia tidak mengetahui berapa kerugian yang terjadi pada<br /> kebakaran yang pertama.<br /> <br /> "Saya kurang tahu karena yang menangani waktu itu bukan unit saya," tambah<br /> Sugiarto.<br /> <br /> Untuk mengetahui asal api dan penyebabnya Sugiarto juga mengaku belum tahu. "Nanti tim Labfor yang akan melakukan penyelidikan," tandasnya.<br /><br />		<b> (iwd/mpr)</b><br />
		<div class="adtxtbottom02"><br />
		<a href="http://www.indosat.com/blackberry" target="_blank">Sent from Indosat BlackBerry powered by <img src="http://www.detiknews.com/image/logosinyalkuat.gif" alt="Sinyal Kuat Indosat" border="0" /></a><br />
</div>	<em>Dapatkan berita terkini dari detikcom. Ketik <font color="blue"><strong>REG POL kirim ke 3845</strong></font><br /><br />
(khusus pelanggan Indosat, Telkomsel, Hutch 3)</em>	<br /><br /><br />
	<em>Tetap update informasi di manapun dengan <strong><u><font color="red">http://m.detik.com</font></u></strong> dari browser ponsel anda! </em>	]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
		<atom:link href="http://detik.massaint.com/detikrss.php" rel="self" type="application/rss+xml" />
        </channel>
</rss>
