<?xml version="1.0" encoding="iso-8859-1"?>
<!-- generator="wordpress/2.0.5" -->
<rss version="2.0" 
        xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
        xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
        xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
        >

<channel>
        <title>DetikNews RSS by Dicky</title>
        <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/</link>
        <description>DetikNews RSS by Dicky</description>
        <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:00 +0700</pubDate>
        <generator>http://wordpress.org/?v=2.0.5</generator>
        <language>en</language>
	<item>
                <title>Ratusan Warga Habiskan Malam Minggu di Festival Kota Tua Jakarta</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66928.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66928.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:20 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66928.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 19:37 WIB - 	Jakarta -
	Penduduk Jakarta tampaknya mencari sesuatu yang baru untuk menghabiskan malam minggunya. Terbukti, ratusan masyarakat berbondong-bondong mengunjungi Festival Kota Tua Jakarta, melihat atraksi budaya dan &#39;mencium bau&#39; sejarah.Pantauan detikcom di halaman Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (22/11/2008), masyarakat sudah memadati arena festival sebelum pukul 15.00 WIB.Mereka menikmati aneka atraksi budaya yang membentuk Kota Batavia, baik dari Betawi, Tionghoa maupun atraksi budaya peninggalan masa kolonial Belanda. Tak ketinggalan juga aneka bazar dan panggung hiburan."Saya senang dengan acara ini. Semoga setiap tahun terus diadakan," ujar Muslihah (28), warga Pinangsia yang membawa dua buah hatinya yang masih balita. "Anak-anak juga suka melihat liong dan barongsai serta bazar," tambahnya.Muda-mudi pun tak ketinggalan melewatkan malam panjangnya dalam festivak itu. Seperti Doni Irawan, seorang pelajar SMU yang sengaja datang seusai sekolah."Acara ini menambah pengetahuan mengenai budaya. Apalagi ada hiburannya," jelas murid SMU Remaja Pluit yang datang bersama teman-temannya ini.Selain masyarakat Jakarta, tampak pula beberapa turis mancanegara yang ikutmenyaksikan pagelaran acara yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Permuseuman Kota Administrasi Jakarta Barat ini. Jadi, bila Anda bingung dimana menghabiskan malam minggu Anda, tak ada salahnya mampir dan berkunjung ke Festival Kota Tua Jakarta. Rencananya, acara ini akan berlangsung hingga pukul 22.00  WIB nanti.(alf/nov)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 19:37 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Penduduk Jakarta tampaknya mencari sesuatu yang baru untuk menghabiskan malam minggunya. Terbukti, ratusan masyarakat berbondong-bondong mengunjungi Festival Kota Tua Jakarta, melihat atraksi budaya dan &#39;mencium bau&#39; sejarah.<br /><br />Pantauan <strong>detikcom</strong> di halaman Museum Fatahillah, Jakarta Barat, Sabtu (22/11/2008), masyarakat sudah memadati arena festival sebelum pukul 15.00 WIB.<br /><br />Mereka menikmati aneka atraksi budaya yang membentuk Kota Batavia, baik dari Betawi, Tionghoa maupun atraksi budaya peninggalan masa kolonial Belanda. Tak ketinggalan juga aneka bazar dan panggung hiburan.<br /><br />"Saya senang dengan acara ini. Semoga setiap tahun terus diadakan," ujar Muslihah (28), warga Pinangsia yang membawa dua buah hatinya yang masih balita. <br /><br />"Anak-anak juga suka melihat liong dan barongsai serta bazar," tambahnya.<br /><br />Muda-mudi pun tak ketinggalan melewatkan malam panjangnya dalam festivak itu. Seperti Doni Irawan, seorang pelajar SMU yang sengaja datang seusai sekolah.<br /><br />"Acara ini menambah pengetahuan mengenai budaya. Apalagi ada hiburannya," jelas murid SMU Remaja Pluit yang datang bersama teman-temannya ini.<br /><br />Selain masyarakat Jakarta, tampak pula beberapa turis mancanegara yang ikut<br />menyaksikan pagelaran acara yang diselenggarakan oleh Suku Dinas Pariwisata dan Permuseuman Kota Administrasi Jakarta Barat ini. <br /><br />Jadi, bila Anda bingung dimana menghabiskan malam minggu Anda, tak ada salahnya mampir dan berkunjung ke Festival Kota Tua Jakarta. Rencananya, acara ini akan berlangsung hingga pukul 22.00  WIB nanti.<b>(alf/nov)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Tabung Kompor Gas 3 Kg Bikin Dag Dig Dug</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66927.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66927.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:19 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66927.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 19:01 WIB - 	Jakarta -
	Penggunaan tabung kompor gas 3 kg diakui masyarakat membikin dag dig dug jantung mereka. Meledaknya tabung kompor 3 kg di Jalan Wijayakusumah Rt 1/2 Grogol Petamburan, Daan Mogot, Jakarta Barat pagi ini, (22/11/2008) bukan pertama kalinya. Ledakan yang mengakibatkan dua orang luka bakar tersebut merupakan kejadian yang kesekian kalinya."Ya saya ngeri kalau pakai tabung gas yang 3 kg, " kata pengunjung RSCM, Deni, 25, warga Johar Baru, Rt 6/1, Jakarta Pusat kepada detikcom di RSCM, Jalan Diponegoro.Di rumahnya, Deni memakai tabung gas dua buah. Satu ukuran 3 kg dan satunya ukuran 12 kg. Deni mengaku jika tabung gas ukuran 3 kg, gasnya sering bocor dengan tanda suara mendesis. Karena takut meledak, keluarganya memilih memakai tabung gas 12 kg. "Kalau tabung 12 kg tidak pernah mengeluarkan desis gas bocor. Lebih aman, " akunya.Hal senada juga diakui oleh Daswan (45) warga Depok. Dia mengakui jika tabung gas 3 kg cukup membahayakan karena sering bocor. Akibat takut memakainya, dia memilih menggunakan tabung gas 12 kg meski harganya lebih mahal. " Kalau masih ada minyak tanah mending pakai minyak tanah aja, " tuturnya.Kini, kondisi korban ledakan tabung gas 3 kg Daan Mogot, Jaya Supena dan Munadi masih kritis di RSCM ruang IGD. Keluarga pun masih berharap-harap cemas akan kondisi kesehatan korban yang masih tergolek lemas.(asp/gah)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 19:01 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Penggunaan tabung kompor gas 3 kg diakui masyarakat membikin dag dig dug jantung mereka. Meledaknya tabung kompor 3 kg di Jalan Wijayakusumah Rt 1/2 Grogol Petamburan, Daan Mogot, Jakarta Barat pagi ini, (22/11/2008) bukan pertama kalinya. Ledakan yang mengakibatkan dua orang luka bakar tersebut merupakan kejadian yang kesekian kalinya.<br /><br />"Ya saya ngeri kalau pakai tabung gas yang 3 kg, " kata pengunjung RSCM, Deni, 25, warga Johar Baru, Rt 6/1, Jakarta Pusat kepada detikcom di RSCM, Jalan Diponegoro.<br /><br />Di rumahnya, Deni memakai tabung gas dua buah. Satu ukuran 3 kg dan satunya ukuran 12 kg. Deni mengaku jika tabung gas ukuran 3 kg, gasnya sering bocor dengan tanda suara mendesis. Karena takut meledak, keluarganya memilih memakai tabung gas 12 kg. "Kalau tabung 12 kg tidak pernah mengeluarkan desis gas bocor. Lebih aman, " akunya.<br /><br />Hal senada juga diakui oleh Daswan (45) warga Depok. Dia mengakui jika tabung gas 3 kg cukup membahayakan karena sering bocor. Akibat takut memakainya, dia memilih menggunakan tabung gas 12 kg meski harganya lebih mahal. " Kalau masih ada minyak tanah mending pakai minyak tanah aja, " tuturnya.<br /><br />Kini, kondisi korban ledakan tabung gas 3 kg Daan Mogot, Jaya Supena dan Munadi masih kritis di RSCM ruang IGD. Keluarga pun masih berharap-harap cemas akan kondisi kesehatan korban yang masih tergolek lemas.<b>(asp/gah)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Paus 1 Ton Terdampar di Pantai Karang Paranje, Garut</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66926.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66926.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:18 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66926.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 18:52 WIB - 	Garut -
	Warga kembali dihebohkan dengan terdamparnya hewan yang diduga paus yang memiliki panjang sekitar 3 meter lebih dan berat sekitar 1 ton, di pantai Karang Paranje, Kampung Karang Paranje, Desa Cibalong, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (22/11/2008) pukul 09.00 WIB.Menurut Kapolsek Cibalong, AKP Kusna Jeprija, pada saat ditemukan ikan tersebut masih hidup, pihaknya bersama warga setempat berupaya untuk menyelamatkan ikan paus dengan menyeret ke lautan. Akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena paus tersebut kembali menepi ke pantai." Mungkin karena ikan dalam kondisi lemah dan gelombang pantai yang besar sehingga ikan tersebut tidak mampu berenang ke tengah laut ", ungkap Kusna, Sabtu (22/11/2008). Hingga saat ini paus tersebut masih terdampar dipantai Karang Paranje, warga sendiri sudah tidak sanggup lagi untuk menyeret ikan seberat 1 ton ketengah laut. Pihak Polsek Cibalong bersama masyarakat setempat sampai pukul 16.45 WIB masih menunggu pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Garut Wilayah Jabar III dan pihak Polisi Air dan Udara untuk meminta pertimbangan nasib ikan tersebut. " Ya, kami masih menunggu BKSA dan Polairud apakah nanti akan dilepaskan oleh mereka atau mungkin nanti kita konsumsi, dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat ", jelas Kusna.Saat ini paus yang masih terdampar menjadi pusat perhatian warga setempat yang terus berdatangan ke tepi pantai Karang Paranje. "Mereka ingin menyaksikan ikan tersebut, kejadian tersebut pertama kali terjadi di Cibalong ", ujar Kusna.(gah/gah)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 18:52 WIB - 	<strong>Garut</strong> -<br />
	Warga kembali dihebohkan dengan terdamparnya hewan yang diduga paus yang memiliki panjang sekitar 3 meter lebih dan berat sekitar 1 ton, di pantai Karang Paranje, Kampung Karang Paranje, Desa Cibalong, Kecamatan Cibalong, Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (22/11/2008) pukul 09.00 WIB.<br /><br />Menurut Kapolsek Cibalong, AKP Kusna Jeprija, pada saat ditemukan ikan tersebut masih hidup, pihaknya bersama warga setempat berupaya untuk menyelamatkan ikan paus dengan menyeret ke lautan. Akan tetapi upaya tersebut tidak membuahkan hasil karena paus tersebut kembali menepi ke pantai.<br /><br />" Mungkin karena ikan dalam kondisi lemah dan gelombang pantai yang besar sehingga ikan tersebut tidak mampu berenang ke tengah laut ", ungkap Kusna, Sabtu (22/11/2008). <br /><br />Hingga saat ini paus tersebut masih terdampar dipantai Karang Paranje, warga sendiri sudah tidak sanggup lagi untuk menyeret ikan seberat 1 ton ketengah laut. Pihak Polsek Cibalong bersama masyarakat setempat sampai pukul 16.45 WIB masih menunggu pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Garut Wilayah Jabar III dan pihak Polisi Air dan Udara untuk meminta pertimbangan nasib ikan tersebut. <br /><br />" Ya, kami masih menunggu BKSA dan Polairud apakah nanti akan dilepaskan oleh mereka atau mungkin nanti kita konsumsi, dibagi-bagikan kepada masyarakat setempat ", jelas Kusna.<br /><br />Saat ini paus yang masih terdampar menjadi pusat perhatian warga setempat yang terus berdatangan ke tepi pantai Karang Paranje. "Mereka ingin menyaksikan ikan tersebut, kejadian tersebut pertama kali terjadi di Cibalong ", ujar Kusna.<b>(gah/gah)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>PDIP Tidak Mau Ikut-ikutan PKS Bikin Iklan Kontoversial</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66916.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66916.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:17 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66916.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 18:14 WIB - 	Jakarta -
	Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan membuat iklan untuk mengaet pemilih untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Namun partai  ini mengaku tidak akan mengikuti format iklan PKS yang mengundang kontroversi. "PKS membuat iklan kontroversial, buat apa kita buat iklan seperti itu. Kita buat iklan yang lebih edukatif," kata Ketua DPP PDIP Firman Jaya Daeli usai sebuah diskusi di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2008).Menurut Firman, tema iklan yang akan diangkat PDIP adalah mengenai kedaulatan pangan dan kerakyatan. PDIP tidak akan membuat iklan yang berkaitan dengan sejarah. "Kita buat iklan yang realistis sesuai dengan kemapuan kita dan tidak ada kaitannya dengan sejarah," ujarnya. Firman membantah iklan PDIP ini diluncurkan setelah survey Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukan partai itu berada dibawah Partai Demokrat."Waktunya sudah kita jadwalkan, bukan untuk merespon hasil survey LSI," katanya.Sebelumnya PKS membuat iklan yang memancing polemik. Dalam iklannya partai tersebut mengangkat mantan Presiden Soeharto sebagai guru bangsa.(nal/nwk)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 18:14 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) akan membuat iklan untuk mengaet pemilih untuk Pemilihan Umum (Pemilu) 2009. Namun partai  ini mengaku tidak akan mengikuti format iklan PKS yang mengundang kontroversi. <br /><br />"PKS membuat iklan kontroversial, buat apa kita buat iklan seperti itu. Kita buat iklan yang lebih edukatif," kata Ketua DPP PDIP Firman Jaya Daeli usai sebuah diskusi di Hotel Acacia, Jalan Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (22/11/2008).<br /><br />Menurut Firman, tema iklan yang akan diangkat PDIP adalah mengenai kedaulatan pangan dan kerakyatan. PDIP tidak akan membuat iklan yang berkaitan dengan sejarah. <br /><br />"Kita buat iklan yang realistis sesuai dengan kemapuan kita dan tidak ada kaitannya dengan sejarah," ujarnya. <br /><br />Firman membantah iklan PDIP ini diluncurkan setelah survey Lembaga Survei Indonesia (LSI) menunjukan partai itu berada dibawah Partai Demokrat.<br /><br />"Waktunya sudah kita jadwalkan, bukan untuk merespon hasil survey LSI," katanya.<br /><br />Sebelumnya PKS membuat iklan yang memancing polemik. Dalam iklannya partai tersebut mengangkat mantan Presiden Soeharto sebagai guru bangsa.<b>(nal/nwk)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Tradisi Apitan, Warga Semarang Berebut Hasil Pertanian</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66912.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66912.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:16 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66912.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 18:05 WIB - 	Semarang -
	Ratusan warga Kelurahan Sampangan, Semarang, Jawa Tengah, tumplek di Jalan Menoreh Raya, Sabtu (22/11/2009). Mereka berebutan hasil pertanian saat merayakan tradisi Apitan.Tak ada yang tahu sejak kapan tradisi tersebut mulai dilakukan. Namun dari tahun ke tahun, warga tetap antusias merayakannya."Ini adalah bentuk syukur seluruh warga, karena mendapatkan nikmat Tuhan. Kami berharap dimudahkan rejeki," kata Panitia Seksi Karnaval, Moh. Yitno di lokasi.Rangkaian acara dimulai dengan arak-arakan. Di depan, pasukan pembawa bendera berjalan. Diikuti pramuka, gunungan hasil pertanian, kelompok seni, dan kreasi warga seperti pupuk kompos dan lain-lain.Arak-arakan tersebut berkeliling di seluruh sudut kelurahan atau kira-kira sepanjang 2 Km. Warga berkerumun di pinggir jalan menyambut arak-arakan.Setelah itu, arak-arakan kembali ke balai kelurahan, Jl Menoreh Raya. Di tempat tersebut, ratusan warga sudah menunggu. Meski belum waktunya, warga berebut gunungan terlebih dulu. Suasana jadi riuh.Karena lokasi acara berada di jalan utama, lalulintas pun macet. Sejumlah petugas Hansip dan polisi harus bekerja ekstra keras. Beruntung, situasi masih sangat terkendali hingga acara usai sekitar pukul 15.45 WIB. (try/gah)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 18:05 WIB - 	<strong>Semarang</strong> -<br />
	Ratusan warga Kelurahan Sampangan, Semarang, Jawa Tengah, tumplek di Jalan Menoreh Raya, Sabtu (22/11/2009). Mereka berebutan hasil pertanian saat merayakan tradisi Apitan.<br /><br />Tak ada yang tahu sejak kapan tradisi tersebut mulai dilakukan. Namun dari tahun ke tahun, warga tetap antusias merayakannya.<br /><br />"Ini adalah bentuk syukur seluruh warga, karena mendapatkan nikmat Tuhan. Kami berharap dimudahkan rejeki," kata Panitia Seksi Karnaval, Moh. Yitno di lokasi.<br /><br />Rangkaian acara dimulai dengan arak-arakan. Di depan, pasukan pembawa bendera berjalan. Diikuti pramuka, gunungan hasil pertanian, kelompok seni, dan kreasi warga seperti pupuk kompos dan lain-lain.<br /><br />Arak-arakan tersebut berkeliling di seluruh sudut kelurahan atau kira-kira sepanjang 2 Km. Warga berkerumun di pinggir jalan menyambut arak-arakan.<br /><br />Setelah itu, arak-arakan kembali ke balai kelurahan, Jl Menoreh Raya. Di tempat tersebut, ratusan warga sudah menunggu. Meski belum waktunya, warga berebut gunungan terlebih dulu. Suasana jadi riuh.<br /><br />Karena lokasi acara berada di jalan utama, lalulintas pun macet. Sejumlah petugas Hansip dan polisi harus bekerja ekstra keras. Beruntung, situasi masih sangat terkendali hingga acara usai sekitar pukul 15.45 WIB. <br /><b>(try/gah)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Maraknya Festival Kota Tua di Jakarta</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66895.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66895.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:15 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66895.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 17:51 WIB - 	Jakarta -
	Bagi anda yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, datang saja ke Taman Museum Fatahillah. Hari ini di Museum yang terletak di kawasan kota tua Jakarta tengah diramaikan oleh berbagai atraksi budaya.Sejak Pukul 12.00 WIB kawasan Museum Fatahillah sudah diramaikan oleh warga yang datang dari berbagai wilayah, khususnya dari Jakarta. Acara yang digelar secara rutin setiap tahunnya ini juga menghadirkan kegiatan menarik lainnya, antara lain pawai budaya, aneka bazar dan panggung hiburan.Pawai budaya kali ini akan mengambil rute Kawasan Kota Tua dengan melintasi Jl Pintu Besar Utara, Jl Bank, Jl Kali Besar Barat, Jl Kopi sampai ke Jl kali Besar Timur 3. Festival yang pertama kali di gelar pada tahun 2004 ini rencananya akan digelar mulai sore hingga malam hari ini."Festival Kota Tua ini telah menjadi kegiatan andalan Jakarta Barat yang bertujuan untuk meningkatkan perhatian dan rasa memiliki masyarakat akan kawasan kota tua," ujar Kepala Suku Dinas Kebudayaan dan Permusiuman Kota Administrasi Jakarta Barat Aminuddin di Taman Musium Fattahillah, Jl Pintu Besar Utara, Jakarta, Sabtu (22/11/2008).Jadi, segeralah ajak keluarga anda bertamasya dan menikmati keindahan mentari tenggelam di kota tua.(nov/gah)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 17:51 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Bagi anda yang ingin menghabiskan waktu bersama keluarga, datang saja ke Taman Museum Fatahillah. Hari ini di Museum yang terletak di kawasan kota tua Jakarta tengah diramaikan oleh berbagai atraksi budaya.<br /><br />Sejak Pukul 12.00 WIB kawasan Museum Fatahillah sudah diramaikan oleh warga yang datang dari berbagai wilayah, khususnya dari Jakarta. Acara yang digelar secara rutin setiap tahunnya ini juga menghadirkan kegiatan menarik lainnya, antara lain pawai budaya, aneka bazar dan panggung hiburan.<br /><br />Pawai budaya kali ini akan mengambil rute Kawasan Kota Tua dengan melintasi Jl Pintu Besar Utara, Jl Bank, Jl Kali Besar Barat, Jl Kopi sampai ke Jl kali Besar Timur 3. Festival yang pertama kali di gelar pada tahun 2004 ini rencananya akan digelar mulai sore hingga malam hari ini.<br /><br />"Festival Kota Tua ini telah menjadi kegiatan andalan Jakarta Barat yang bertujuan untuk meningkatkan perhatian dan rasa memiliki masyarakat akan kawasan kota tua," ujar Kepala Suku Dinas Kebudayaan dan Permusiuman Kota Administrasi Jakarta Barat Aminuddin di Taman Musium Fattahillah, Jl Pintu Besar Utara, Jakarta, Sabtu (22/11/2008).<br /><br />Jadi, segeralah ajak keluarga anda bertamasya dan menikmati keindahan mentari tenggelam di kota tua.<b>(nov/gah)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Pengamat: Kebijakan Pemprov DKI Tak Cermat dan Salah Perhitungan</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66879.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66879.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:14 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66879.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 17:35 WIB - 	Jakarta -
	Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan anak sekolah harus masuk pada pukul 06.30 WIB mulai Januari 2009. Kebijakan ini dinilai tidak cermat dan salah perhitungan."Nggak tepat perhitungannya. Nggak akan mengubah kemacetan tapi bisa timbul masalah baru, seperti anak sekolah bisa beban," ujar pengamat kebijakan publik Andrinov Chaniago dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (22/11/2008).Andrinov menilai, tenaga ahli yang menganalisis kemacetan di Jakarta kurang profesional. Mobilitas anak sekolah dengan pekerja berbeda. Selama ini kemacetan berada di pusat Jakarta dan pusat bisnis. Sedangkan mobilitas anak sekolah umumnya tidak jauh dari tempat tinggalnya."Jadi kebijakan pemerintah reaktif. Walaupun ada data statistik yang dikumpulkan, tapi itu tidak memperhitungkan arah mobilitasnya. Kebijakan Pemprov DKI terburu-buru. Tapi dari segi motif, saya tidak bisa berspekulasi penyebabnya," kata Andrinov.Andrinov juga menambahkan, kebijakan itu bisa menekan anak sekolah. "Mereka harus tidur lebih awal dan jadwal bangun susah diubah," tandas Andrinov.(nik/nwk)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 17:35 WIB - 	<strong>Jakarta</strong> -<br />
	Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mewajibkan anak sekolah harus masuk pada pukul 06.30 WIB mulai Januari 2009. Kebijakan ini dinilai tidak cermat dan salah perhitungan.<br /><br />"Nggak tepat perhitungannya. Nggak akan mengubah kemacetan tapi bisa timbul masalah baru, seperti anak sekolah bisa beban," ujar pengamat kebijakan publik Andrinov Chaniago dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (22/11/2008).<br /><br />Andrinov menilai, tenaga ahli yang menganalisis kemacetan di Jakarta kurang profesional. Mobilitas anak sekolah dengan pekerja berbeda. Selama ini kemacetan berada di pusat Jakarta dan pusat bisnis. Sedangkan mobilitas anak sekolah umumnya tidak jauh dari tempat tinggalnya.<br /><br />"Jadi kebijakan pemerintah reaktif. Walaupun ada data statistik yang dikumpulkan, tapi itu tidak memperhitungkan arah mobilitasnya. Kebijakan Pemprov DKI terburu-buru. Tapi dari segi motif, saya tidak bisa berspekulasi penyebabnya," kata Andrinov.<br /><br />Andrinov juga menambahkan, kebijakan itu bisa menekan anak sekolah. "Mereka harus tidur lebih awal dan jadwal bangun susah diubah," tandas Andrinov.<b>(nik/nwk)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Dikira Ada Tumor di Otak, Eh... Ternyata Ada Cacing!</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66878.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66878.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:13 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66878.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 16:51 WIB - 	Arizona -
	Seekor cacing membuat tim dokter AS terkaget-kaget. Hewan itu ditemukan di dalam otak seorang wanita!Kejadian mengejutkan ini terjadi di Arizona, AS seperti diberitakan MyFOXPhoenix.com, Sabtu (22/11/2008).Temuan tak biasa itu ditemukan saat para dokter sedang mengoperasi Rosemary Alvarez. Wanita itu diduga memiliki tumor di dalam otaknya. Dia mengalami mati rasa pada lengannya dan penglihatan buram.Sebelumnya, wanita itu telah dua kali masuk kamar operasi dan menjalani CT scan. Namun dokter belum mengetahui penyakitnya. Tapi ketika dokter mengamati dengan seksama hasil MRI, terlihat sesuatu yang sangat mengganggu."Begitu kami melihat MRI, kami sadar ini sesuatu yang tidak baik," kata ahli bedah syaraf Dr Peter Nakaji. Para dokter mengira sesuatu di dalam otak Rosemary tersebut adalah tumor.Wanita itu pun dioperasi untuk menjalani pengangkatan tumor. Namun betapa kagetnya Nakaji ketika mengoperasi Rosemary. Nakaji bahkan tertawa tertahan di meja operasi."Saya yakin ini respons yang sangat aneh bagi orang-orang di ruang operasi," kata Nakaji mengenai dirinya yang menahan tawa. "Tapi karena saya sangat senang mengetahui kalau itu bukan sesuatu yang mengerikan," imbuhnya.Para dokter pun mengangkat cacing tersebut. Mereka yakin pasien tak akan lagi mengalami gangguan kesehatan.Tak ada yang tahu bagaimana cacing itu bisa masuk ke otak Rosemary. Namun para dokter mengatakan, cacing bisa masuk dari daging yang kurang matang atau karena tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet.Rosemary yang kini sehat dan telah kembali beraktivitas seperti semula, memetik pelajaran dari kejadian itu. "Cuci tangan Anda, cuci tangan Anda," ujarnya mengingatkan.(ita/ita)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 16:51 WIB - 	<strong>Arizona</strong> -<br />
	Seekor cacing membuat tim dokter AS terkaget-kaget. Hewan itu ditemukan di dalam otak seorang wanita!<br /><br />Kejadian mengejutkan ini terjadi di Arizona, AS seperti diberitakan <em>MyFOXPhoenix.com</em>, Sabtu (22/11/2008).<br /><br />Temuan tak biasa itu ditemukan saat para dokter sedang mengoperasi Rosemary Alvarez. Wanita itu diduga memiliki tumor di dalam otaknya. Dia mengalami mati rasa pada lengannya dan penglihatan buram.<br /><br />Sebelumnya, wanita itu telah dua kali masuk kamar operasi dan menjalani CT scan. Namun dokter belum mengetahui penyakitnya. Tapi ketika dokter mengamati dengan seksama hasil MRI, terlihat sesuatu yang sangat mengganggu.<br /><br />"Begitu kami melihat MRI, kami sadar ini sesuatu yang tidak baik," kata ahli bedah syaraf Dr Peter Nakaji. Para dokter mengira sesuatu di dalam otak Rosemary tersebut adalah tumor.<br /><br />Wanita itu pun dioperasi untuk menjalani pengangkatan tumor. Namun betapa kagetnya Nakaji ketika mengoperasi Rosemary. Nakaji bahkan tertawa tertahan di meja operasi.<br /><br />"Saya yakin ini respons yang sangat aneh bagi orang-orang di ruang operasi," kata Nakaji mengenai dirinya yang menahan tawa. "Tapi karena saya sangat senang mengetahui kalau itu bukan sesuatu yang mengerikan," imbuhnya.<br /><br />Para dokter pun mengangkat cacing tersebut. Mereka yakin pasien tak akan lagi mengalami gangguan kesehatan.<br /><br />Tak ada yang tahu bagaimana cacing itu bisa masuk ke otak Rosemary. Namun para dokter mengatakan, cacing bisa masuk dari daging yang kurang matang atau karena tidak mencuci tangan setelah menggunakan toilet.<br /><br />Rosemary yang kini sehat dan telah kembali beraktivitas seperti semula, memetik pelajaran dari kejadian itu. "Cuci tangan Anda, cuci tangan Anda," ujarnya mengingatkan.<br /><b>(ita/ita)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Soal PHK, Walhi Tuding PT RAPP Lakukan Pembohongan Publik</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66874.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66874.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:12 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66874.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 17:11 WIB - 	Pekanbaru -
	Alasan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan PHK terhadap ribuan karyawan karena kekurangan bahan baku hanya pembohongan publik. Walhi menilai konsensi hutan yang diberikan pemerintah sudah cukup untuk memenuhi kapasitas produksinya.Penegasan itu disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Johny S Mundung, dalam perbincangan dengan detikcom, Sabtu (22/11/2008) di Pekanbaru. Menurutnya, alasan PHK yang dilakukan RAPP karena kekurangan bahan baku hanya akal-akalan perusahaan milik Sukanto Tanoto itu saja. "Alasan yang dibeberkan kepada media karena kekurangan bahan baku itu, hanya akal bulus RAPP saja. Itu hanya akal mereka untuk bargaining kepada pemerintah agar mereka dipermudah dalam urusan perambahan hutan. Janganlah RAPP membodohi publik," tegas Johny.Data Walhi menyebutkan, saat ini PT RAPP memiliki konsesi hutan tanaman industri dengan pohon akasia seluas sekitar 330 ribu hektar. Ini belum lagi ditambah hutan tanaman industri pola mitra dengan perusahaan bentukan RAPP sendiri. Plus hutan tanaman rakyat yang juga binaan perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu."Kalau kita hitung secara kasar saja, luas konsesi hutan HTI di bawah naungan RAPP mencapai 782 ribu hektar. Luas itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kapasitas produksi mereka. Jadi omong kosong kalau PHK yang mereka lakukan terhadap ribuan karyawan karena kekurangan bahan baku," kata Johny.Menurut Johny, pemutusan kerja itu lebih pada soal krisis global dimana pembeli bubur kertas dari Eropa menurun drastis. Di samping itu sejumlah bank internasional yang berada di Jerman dan Finlandia tidak lagi mengucurkan kredit kepada PT RAPP."Jangan biarkan Sukanto Tanono  hengkang begitu saja dari tanah Riau setelah puas kayu diambil sekerang mem-PHK ribuan karyawannya menuju penutupan usaha. Sukanto Tanoto harus mengembalikan lagi dana rehabilitasi, restorasi terhadap lingkungan hidup yang sudah punah ranah," kata Johny.Walhi malah mendesak, Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat harus melakukan redistribusi aset. Sesegera mungkin, Pemprov ambil alih dan pabrik kertas itu dikelola dengan skala kecil dari HTI yang cukup saat ini untuk kebutuhan pulp dalam negeri saja. "Untuk apa besar-besar dan harus ekspor kalau hutan yang harus digasak," tegas Johny.Soal PT RAPP mengklaim bahwa tidak ada kepastian hukum soal perizinan kayu, bagi Johny, perundangan yang ada saat ini sudah cukup jelas menata perizinan kayu. Tapi memang RAPP itu ingin mengulang kejayaan mereka lagi di era tahuan 90-an di mana perambahan hutan yang mereka lakukan bisa diatur sedemikian rupa."Jangan seenaknya menuding tidak ada kepastian hukum di negara ini. RAPP itu jelas-jelas melanggar hukum soal perambahan hutan. Mereka yang melakukan pelanggaran hukum, kok malah menyalahkan hukum itu sendiri. Semua tahu, kalau selama ini RAPP pelaku illegal logging yang sangat luar biasa," tuding Johny.Sebelumnya, Direktur Utama PT RAPP, Rudy Fajar mengungkapkan bahwa pihaknya telah mem-PHK 1.000 karyawannya. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir ini PT RAPP menghadapi permasalahan dengan pasokan kayu. Perusahaan milik Sukanto Tanoto ini menuding minimnya pasokan bahan baku ini karena terjadinya perbedaan interpretasi terhadap peraturan kehutanan antara departemen di pemerintah dan hambatan birokrasi dalam perizinan kayu."Kondisi itu memaksa kami untuk melakukan PHK terhadap 1.000 karyawan terhitung mulai besok. Selain itu, ada 1.000 karyawan lagi yang telah di rumahkan. Ini terpaksa kami lakukan untuk menjamin kelangsungan operasional," kata Rudi.(cha/gah)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 17:11 WIB - 	<strong>Pekanbaru</strong> -<br />
	Alasan PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) melakukan PHK terhadap ribuan karyawan karena kekurangan bahan baku hanya pembohongan publik. Walhi menilai konsensi hutan yang diberikan pemerintah sudah cukup untuk memenuhi kapasitas produksinya.<br /><br />Penegasan itu disampaikan Direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) Riau, Johny S Mundung, dalam perbincangan dengan <strong>detikcom</strong>, Sabtu (22/11/2008) di Pekanbaru. Menurutnya, alasan PHK yang dilakukan RAPP karena kekurangan bahan baku hanya akal-akalan perusahaan milik Sukanto Tanoto itu saja.<br /><br /> "Alasan yang dibeberkan kepada media karena kekurangan bahan baku itu, hanya akal bulus RAPP saja. Itu hanya akal mereka untuk bargaining kepada pemerintah agar mereka dipermudah dalam urusan perambahan hutan. Janganlah RAPP membodohi publik," tegas Johny.<br /><br />Data Walhi menyebutkan, saat ini PT RAPP memiliki konsesi hutan tanaman industri dengan pohon akasia seluas sekitar 330 ribu hektar. Ini belum lagi ditambah hutan tanaman industri pola mitra dengan perusahaan bentukan RAPP sendiri. Plus hutan tanaman rakyat yang juga binaan perusahaan bubur kertas terbesar di Asia Tenggara itu.<br /><br />"Kalau kita hitung secara kasar saja, luas konsesi hutan HTI di bawah naungan RAPP mencapai 782 ribu hektar. Luas itu sudah lebih dari cukup untuk memenuhi kapasitas produksi mereka. Jadi omong kosong kalau PHK yang mereka lakukan terhadap ribuan karyawan karena kekurangan bahan baku," kata Johny.<br /><br />Menurut Johny, pemutusan kerja itu lebih pada soal krisis global dimana pembeli bubur kertas dari Eropa menurun drastis. Di samping itu sejumlah bank internasional yang berada di Jerman dan Finlandia tidak lagi mengucurkan kredit kepada PT RAPP.<br /><br />"Jangan biarkan Sukanto Tanono  hengkang begitu saja dari tanah Riau setelah puas kayu diambil sekerang mem-PHK ribuan karyawannya menuju penutupan usaha. Sukanto Tanoto harus mengembalikan lagi dana rehabilitasi, restorasi terhadap lingkungan hidup yang sudah punah ranah," kata Johny.<br /><br />Walhi malah mendesak, Pemerintah Provinsi Riau dan masyarakat harus melakukan redistribusi aset. Sesegera mungkin, Pemprov ambil alih dan pabrik kertas itu dikelola dengan skala kecil dari HTI yang cukup saat ini untuk kebutuhan pulp dalam negeri saja. "Untuk apa besar-besar dan harus ekspor kalau hutan yang harus digasak," tegas Johny.<br /><br />Soal PT RAPP mengklaim bahwa tidak ada kepastian hukum soal perizinan kayu, bagi Johny, perundangan yang ada saat ini sudah cukup jelas menata perizinan kayu. Tapi memang RAPP itu ingin mengulang kejayaan mereka lagi di era tahuan 90-an di mana perambahan hutan yang mereka lakukan bisa diatur sedemikian rupa.<br /><br />"Jangan seenaknya menuding tidak ada kepastian hukum di negara ini. RAPP itu jelas-jelas melanggar hukum soal perambahan hutan. Mereka yang melakukan pelanggaran hukum, kok malah menyalahkan hukum itu sendiri. Semua tahu, kalau selama ini RAPP pelaku illegal logging yang sangat luar biasa," tuding Johny.<br /><br />Sebelumnya, Direktur Utama PT RAPP, Rudy Fajar mengungkapkan bahwa pihaknya telah mem-PHK 1.000 karyawannya. Menurutnya, sejak dua tahun terakhir ini PT RAPP menghadapi permasalahan dengan pasokan kayu. Perusahaan milik Sukanto Tanoto ini menuding minimnya pasokan bahan baku ini karena terjadinya perbedaan interpretasi terhadap peraturan kehutanan antara departemen di pemerintah dan hambatan birokrasi dalam perizinan kayu.<br /><br />"Kondisi itu memaksa kami untuk melakukan PHK terhadap 1.000 karyawan terhitung mulai besok. Selain itu, ada 1.000 karyawan lagi yang telah di rumahkan. Ini terpaksa kami lakukan untuk menjamin kelangsungan operasional," kata Rudi.<b>(cha/gah)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
	
	<item>
                <title>Polisi Ciduk Pelaku Trafficking di Bandara Polonia Medan</title>
                <link>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66873.html</link>
                <comments>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66873.html</comments>
                <pubDate>Sat, 22 Nov 2008 20:09:11 +0700</pubDate>
                <dc:creator>Detik.com</dc:creator>

                <category>Detik</category>

                <category>News</category>

                <guid isPermaLink="false">http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/static/artikel.66873.html</guid>
                <description><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 17:02 WIB - 	Medan -
	Petugas kepolisian Pos Bandara Polonia Medan meringkus seorang pria calon penumpang pesawat yang diduga sebagai pelaku trafficking, Sabtu (22/11/2008). Bersama tersangka berhasil diamankan seorang perempuan calon korban.Mardiansyah (25) warga Jalan Pancing I, Medan, diamankan saat menunggu keberangkatan pesawat Kartika Airlines menuju Batam di Terminal keberangkatan Domestik Bandara Polonia. Dia diduga sebagai pemasok wanita muda calon pekerja seks ke Batam. Nindy Arianda Sari (18), warga Jl. Pancing III, Medan, calon korban yang turut bersamanya di bandara, merupakan seorang mahasiswi yang rencananya akan dibawa di Batam.Penangkapan tersangka dilakukan menyusul laporan keluarga Nindy ke Polsekta Medan Baru. Dalam laporan itu disampaikan, Nindy sudah tiga hari tidak pernah ke rumah. Informasi terakhir yang diperoleh, Nindy bersama tersangka Mardiansyah. Korban dijanjikan akan bekerja di sebuah perusahaan perkapalan. Perusahaan itu diakui sebagai tempat tersangka bekerja saat ini.Setelah keluarga melakukan pencarian dan mendapat informasi dari teman-teman korban. Akhirnya pelacakan difokuskan ke Bandara Polonia Medan.  Setelah melakukan pengecekan, diketahui tersangka dan korban tercatat sebagai calon penumpang pesawat Kartika Airlines. "Kita memperoleh informasi dari salah seorang kawan Nindy, dia akan berangkat ke Batam, makanya dicek ke bandara, dan ternyata memang ada," kata Sofyan Harjo, dari pihak keluarga Nindy. Seterusnya polisi bertindak menggiring keduanya ke pos polisi bandara. Seterusnya tersangka dibawa ke Polsekta Medan Baru untuk pengusutan lebih lanjut.(rul/gah)
]]></description>
                        <content:encoded><![CDATA[Sabtu, 22/11/2008 17:02 WIB - 	<strong>Medan</strong> -<br />
	Petugas kepolisian Pos Bandara Polonia Medan meringkus seorang pria calon penumpang pesawat yang diduga sebagai pelaku <em>trafficking</em>, Sabtu (22/11/2008). Bersama tersangka berhasil diamankan seorang perempuan calon korban.<br /><br />Mardiansyah (25) warga Jalan Pancing I, Medan, diamankan saat menunggu keberangkatan pesawat Kartika Airlines menuju Batam di Terminal keberangkatan Domestik Bandara Polonia. Dia diduga sebagai pemasok wanita muda calon pekerja seks ke Batam. Nindy Arianda Sari (18), warga Jl. Pancing III, Medan, calon korban yang turut bersamanya di bandara, merupakan seorang mahasiswi yang rencananya akan dibawa di Batam.<br /><br />Penangkapan tersangka dilakukan menyusul laporan keluarga Nindy ke Polsekta Medan Baru. Dalam laporan itu disampaikan, Nindy sudah tiga hari tidak pernah ke rumah. Informasi terakhir yang diperoleh, Nindy bersama tersangka Mardiansyah. Korban dijanjikan akan bekerja di sebuah perusahaan perkapalan. Perusahaan itu diakui sebagai tempat tersangka bekerja saat ini.<br /><br />Setelah keluarga melakukan pencarian dan mendapat informasi dari teman-teman korban. Akhirnya pelacakan difokuskan ke Bandara Polonia Medan.  Setelah melakukan pengecekan, diketahui tersangka dan korban tercatat sebagai calon penumpang pesawat Kartika Airlines. <br /><br />"Kita memperoleh informasi dari salah seorang kawan Nindy, dia akan berangkat ke Batam, makanya dicek ke bandara, dan ternyata memang ada," kata Sofyan Harjo, dari pihak keluarga Nindy. <br /><br />Seterusnya polisi bertindak menggiring keduanya ke pos polisi bandara. Seterusnya tersangka dibawa ke Polsekta Medan Baru untuk pengusutan lebih lanjut.<b>(rul/gah)</b>]]></content:encoded>
                        <wfw:commentRss>http://dicky.wahyupurnomo.com/detik/detikrss.php</wfw:commentRss>
                </item>
		<atom:link href="http://detik.massaint.com/detikrss.php" rel="self" type="application/rss+xml" />
        </channel>
</rss>
